KOMENTAR DI BAGIAN BAWAH SEKALI

Tragis, Maryanti Seorang Harus Rela Berbagi Suami dengan Putri Kandungnya

 


Maryati menikahkan suaminya dengan putri kandungnya. Dia tak kuasa menolak.

Dream - Membangun rumah tangga tidak semudah yang dibayangkan. Dalam menjalaninya, sering kali dirundung ujian dan prahara. Seperti yang dialami wanita bernama Maryati berikut ini.

Kisah mirisnya berawal saat Maryati masih berusia 14 tahun. Dia tidak bisa merasakan indahnya percintaan lantaran dijodohkan dengan pria asal Makassar bernama Saibo dan langsung dikaruani seorang putri bernama Suti.

"Dijodohin sama orangtua. Tadinya saya enggak mau. Jadi saya terpaksa, saya dibohong-bohongin sama ibu saya," kata Maryati seperti dikutip dari merdeka.com, Kamis 15 April 2021.

Rumah tangga keduanya tak bertahan lama. Masuk usia 8 bulan pernikahan, Saibo pergi entah kemana dan tak bertanggung jawab atas keluarganya.

"Suami saya yang dulu itu pergi gitu saja enggak ngurusin saya. Saya diputusin, dicerai," ujarnya.

Setelah 18 tahun Maryati menjada, saat itu dirinya bekerja di warung nasi milik bibinya, ia dipertemukan dengan seorang pria bernama Kamsin. Pria itu 5 tahun lebih muda darinya.

Menjalin hubungan kasih, akhirnya keduanya berakhir di pelaminan. Dari pernikahan itu, keduanya dikaruniai 10 anak, namun saat ini tinggal 7 anak yang masih hidup. Sementara 3 lainnya, meninggal lantaran sakit dan tidak ada biaya pengobatan.

"Ini gua bilang, wah orang ini untuk berumah tangga bisa ini. Bisa diajak susah, karena keadaan saya kan orang susah. Kalau istilahnya, dia ini apa adanya terima, seribu terima ya terima. Makanya saya ambil jadi ibu rumah tangga," ujar Kamsin.

Kehidupan keluarga Maryati dan Kamsin terbilang di bawah ekonomi yang rendah. Setelah tak bisa bekerja di gudang, Kamsin beralih menjadi kuli bangunan. Itu pun bila ada yang hendak membangun rumah, dengan pendapatan Rp50 ribu per hari.
BAGIKAN SEGERA WhatsApp

Posting Komentar