KOMENTAR DI BAGIAN BAWAH SEKALI

Walau Menderita Stroke, Kakek Ini Perkosa Cucunya yang Masih SD Hingga pingsan


Sakit stroke yang dialaminya tidak membuat pria 60 tahun bernama Nanung, berhenti melakukan aksi bejat. Kakek warga Kecamatan Sumberharta, Musi Rawas, Sumatera Selatan itu tega cabuli cucu kandungnya selama empat tahun. Bahkan, perlakuan bejatnya itu dia lakukan hampir setiap minggu.

Dilansir dari Okezone, Kamis, Kapolres Musi Rawas, AKBP Efrannedy, mengatakan, perbuatan pelaku berhasil terungkap setelah korban melaporkan aksi bejat pelaku kepada keluarganya. Selanjutnya, didampingi pamannya, Junaidi (48), pelaku dilaporkan ke kantor polisi.

Korban berinisial SD (14), mengaku telah dicabuli kakek kandungnya itu selama empat tahun. Usai laporan tersebut, petugas Sat Reskrim Unit PPA Polres Musi Rawas langsung meringkus tersangka di rumahnya.

Korban dalam keterangannya juga mengatakan, perlakuan biadab kakeknya tersebut hampir terjadi seminggu sekali selama kurun waktu empat tahun terakhir.

Setiap melakukan aksi bejatnya, tersangka selalu mengancam korban. Korban dia paksa untuk masuk ke kamar memuaskan nafsu birahinya. Setelah puas dengan aksinya, korban diberikan uang Rp10 ribu sambil diancam tidak melaporkan perbuatannya.

“Korban ditarik oleh tersangka ke dalam kamar, sambil diancam. Tersangka melucuri celana korban, kemudian diperkosa. Setelah puas, tersangka memberi uang sebesar Rp10 ribu kepada korban sambil diancam tidak boleh bercerita kepada siapapun,” ucapnya.

siang hari sekitar pukul 12.00 WIB. Aksi tersebut dilakukannya di dalam rumahnya di Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Musi Rawas.

Sejumlah barang bukti dari aksi bejat kakek tega cabuli cucu kandungnya itu diamankan. Barang bukti antara lain, sehelai baju lengan panjang warna biru, satu rok panjang warna hitam. Selain itu, satu celana legging warna hijau, satu buah legging warna abu-abu. Celana dalam warna putih dan seluruh barang bukti yang lain juga dibawa ke Polres Musi Rawas untuk pengembangan kasus tersebut.

“Atas perbuatannya, tersangka akan diancam pasal 81 dan atau 82 UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” ucap Efrannedy.
BAGIKAN SEGERA WhatsApp

Posting Komentar