KOMENTAR DI BAGIAN BAWAH SEKALI

Sudah Pasrah Dengan Penyakit Ganas, Inilah Kabar Terbaru Umi Pipik


Kabar mengejutkan datang dari istri almarhum ustaz Jefry Al Buchori, Umi Pipik.

Umi Pipik dikabarkan tengah berjuang melawan penyakit tumor kelenjar getah bening yang sudah lama bersarang di tubuhnya.

Lama tak terlihat di layar kaca, akhirnya Umi Pipik bersedia berbagi pengalamannya selama menghadapi sakit tumor kelenjar getah bening.

Mengaku tak bersedih saat divonis sakit, Umi Pipik menuturkan dirinya hanya bisa menikmati apapun yang diberikan Sang Pencipta padanya, meskipun sebuah penyakit sekalipun.

"Aduh sebenarnya saya gak pernah mau membuka ini semua, karena kan Allah saja merahasiakan ridhonya, saya juga insya Allah cuma kepengen mengharap ridho Allah saja," ujar Umi Pipik seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com dari YouTube Starpro pada 7 September 2020.

"Jadi apapun yang diberikan oleh Allah sakit itu saya nikmati apapun nama penyakitnya," sambungnya.

Perempuan bernama lengkap Pipik Dian Irawati Popon ini membeberkan jika telah mengidap penyakit tumor selama kurang lebih 2 sampai 3 tahun.

"Sudah lama sebenarnya mau hampir 2 atau 3 tahun," jelasnya.

Seiring dengan penyakit tumor kelenjar getah bening yang diidapnya, Umi Pipik mengaku mengalami penurunan badan yang cukup signifikan.

Namun, perempuan berusia 42 tahun ini memaknainya dengan positif dan mengambil hikmahnya saja. Jika berat badan Umi Pipik turun, maka semangat beribadahnya makin tinggi.

"Berat badan turun drastis, ya alhamdulillah Kalau gemuk jadi malas ibadah ya bersyukur," kata ibu empat anak ini.

Lebih lanjut, dengan adanya penyakit ini Umi Pipik yakin dengan kuasa Tuhan yang akan menyembuhkan penyakitnya. Keyakinanannya ini ditambah dengan ikhtiar pengobatan yang dijalani Umi Pipik.

"Sakit datang dari Allah, Allah yang mampu memberi kesembuhan, makanya saya sangat meyakini sekali Allah bisa menyembuhkan sakit dengan obat atau tanpa obat," tuturnya.

Terakhir, hal mengejutkan sempat dilontarkan Umi Pipik pada awak media, dirinya mengaku sudah mempersiapkan kain kafan untuk dirinya di masa mendatang.

Menurut pendakwah yang mengenakan cadar ini meskipun dalam keadaan sehat, setiap muslim seharusnya wajib memiliki kain kafan di antara tumpukan baju-baju kesehariannya.

"Kalau saya memang sebenarnya seorang muslim wajib menyiapkan itu (kain kafan) masa iya di dalam satu lemari kita pakaian bagus semua? yang kita terakhir pakai masa gak disiapkan," jelasnya.

"Meskipun kita berharap umur panjang sama Allah, tapi setidaknya kita memang menyiapkan itu (kain kafan)," tukasnya.***


 

BAGIKAN SEGERA WhatsApp

Posting Komentar