KOMENTAR DI BAGIAN BAWAH SEKALI

Niatan Ingin Sauna Tanpa Busana Bareng Pacar, Cewek Ini Jadi Tontonan Karena Salah Buka Pintu

                                  Ilustrasi

Sebuah pengalaman pahit menimpa seorang perempuan di Jerman.

Akibat salah membuka pintu, dia harus keluar ruangan spa dengan telanjang.

Anbara Salam, seorang penulis keturunan Arab menuliskan cerita di Twitter-nya tentang kesalahan memalukan yang dilakukannya saat spa, sekitar 10 tahun lalu.

Suatu hari dia pergi ke spa di Jerman bersama pacarnya. Sesampainya di tempat tujuan, Anbara sudah mendapat informasi dari petugas spa.

Pakaian renang boleh dipakai di kolam renang, tapi di dalam sauna harus telanjang. Begitu informasi dari petugas.

Anbara pun menuju kamar ganti untuk menanggalkan pakaiannya, lalu mengambil handuk kecil dan menuju sauna.

Di sauna dia sudah ditunggu pacarnya. Namun, perjalanan Anbara menuju ruangan sauna menjadi berliku karena dia salah membuka pintu.

Saat itu Anbara tidak memahami petunjuk dalam bahasa Jerman, jadi dia memilih pintu di kiri, yang ternyata adalah pintu darurat.

Situasi langsung memburuk ketika pintu darurat itu terkunci setelah menutup.

Anbara berusaha meminta pertolongan dengan menggedor pintu dan berteriak, tapi tidak membuahkan hasil.

"Sambil menangis, aku berlari menuruni tangga sambil memikirkan bagian mana dari tubuhku yang harus ditutupi handuk kecil ini. Wajahku? Atau pantatku?" tulis Anbara di Twitter-nya, Senin (16/3/2020).

Di lantai bawahnya Anbara kembali melakukan yang sama, tapi tetap tidak ada yang datang memberi pertolongan.

Hingga akhirnya, perempuan yang kini tinggal di Oxford itu tiba di lantai dasar dan melihat pintu ke "ruangan mesin dengan kipas besar, pompa, dan simbol-simbol kelistrikan".

"Aku melihat lift layanan. Dengan penuh kepanikan aku berlari ke lift, menutupi payudara secara bergantian, dan menekan tombol-tombol."

Anbara melihat kamera keamanan di lift. Saat melakukannya, pikirannya terbelah, antara dia tidak ingin ada orang yang melihatnya atau dia ingin ada orang melihat dan menolongnya.

Akhirnya, seorang pria Jerman mulai berbicara di pengeras suara.

Anbara yang tidak bisa berbahasa Jerman mengasumsikan maksud perkataan pria itu adalah "Gadis telanjang di lift darurat, tolong berhenti menekan tombol".

Ketika pintu lift terbuka, seorang karyawan spa berdiri di depan lift, tapi tidak membawa handuk.

Anbara lalu mengikutinya keluar lewat pintu darurat, lalu dia menyadari, satu-satunya cara untuk kembali ke spa adalah keluar gedung, berjalan menyusuri jalan, lalu masuk lewat resepsionis denga antrean orang di sana.

Di situasi ini, dia menangis histeris dan meringkuk di sisi trotoar.

"Aku tidak mampu menahannya lagi. Aku benar-benar malu. Waktu (seperti) melambat. Aku mendengar suara-suara di sekitar," ungkapnya.

Tanpa peduli lagi, dia lalu menjatuhkan handuknya, berdiri lagi dan menengadahkan kepalanya, lalu mengikuti "penyelamatnya" di jalan.

Perempuan yang tumbuh besar di London ini mengabaikan orang-orang yang menatap dan menunjuknya.

Ketika tiba di resepsionis, suasananya ramai. Begitu ramainya sampai karyawan spa itu harus berteriak pada orang-orang sehingga dia bisa melewati kerumunan.

Saat Anbara berada di resepsionis sembari menunggu karyawan spa menjelaskan situasinya, dia dipinjami ban renang berbentuk udang untuk menutup badannya.

Anbara berasumsi, sepertinya di dipinjami oleh seorang wanita tua.

"Resepsionis meminta kartu identitasku. Aku hanya memakai 'seekor lobster'. Teman, (di situasi ini) memangnya di mana aku bisa menyimpan kartu identitasku? Resepsionis menghela napas dan membiarkanku menuju pintu putar," tulis Anbara.

Singkat cerita, perempuan yang sekarang berprofesi sebagai penulis ini akhirnya bertemu pacarnya di kafe.

Dia merasa lega dan berlari ke arahnya sambil menangis.

Tapi, si pacar bukannya menanyakan apa yang terjadi ke Anbara, justru kesal karena sudah menunggu satu jam dan Anbara tak kunjung masuk di sauna.

BAGIKAN SEGERA WhatsApp

Posting Komentar